Dipetik dari: Ketika Cinta Bertasbih
Azzam: Katanya kau sudah mengikhlaskan Tiara untuk sahabat lamamu. Sekarang menyesal?
Fadhil: Aku kesal pada diriku sendiri bang. Aku belum bisa ikhlas.
Azzam: Kamu pikir setelah ikhlas mendahulukan Zulkifli utk menikahi Tiara, kamu akan mendapatkan pahala? Tidak Fadhil...Mengutamakan orang lain dlm mendekatkan diri kpd Allah atau dalam hal ibadah, itu hukumya makruh. Kalau mengutamakan orang lain untuk selain ibadah, itu justeru sangat dianjurkan.
Fadhil: Loh bang, saya mempersilakan Zulkifli....
Azzam: Kamu fikir nikah bukan ibadah? itu sunnah rasul. Ibadah, Fadhil...seharusnya kamu mendahulukan dirimu. Bukan orang lain.
***
Azzam: Ada apa Dil? Ada masalah?
Fadhil: Aku terima surat dari Tiara. Dia memohon supaya aku menikahi dia sebelum rombongan Zulkifli datang. Bagaimana menurut abang?
Azzam: Dengar baik2 Dil. Jika kau ikuti ajakan Tiara, maka kau bukan lelaki sejati tetapi seorang pecundang, pengkhianat yang tega menikam saudara sendiri. Sekarang bayangkan berapa banyak orang yang sakit hati jika idea gila kamu itu, kamu lakukan.
Cinta sejati itu menyembuhkan Dil. Bukan menyakitkan. Kamu pikir Tiara bisa mengganti sakit hati orang? Enggak Fadhil. Kamu kawal perasaanmu! Sebab Iblis selalu menyuruh manusia melakukan dosa. Ingat sabda Nabi...Haram hukumnya bagi seseorang Muslim melamar di atas lamaran saudaranya sendiri.
Kalau Tiara sudah melakukan akad nikah dengan Zulkifli, bsoknya pasti dia akan lupa dengan mu. Demikian pun kelak, bila kau sudah menikah.
"Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kesenangan duniawi kecuali rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati dan merasa rindu kepada Allah yang membuat hati kita merana." - Ibnu At-Toilah.
September 17, 2010
September 10, 2010
Sabar itu mudah disebut tetapi susah diturut
Kerana...
Sabar itu seakan kalah bila mengalah
Sabar itu seakan rugi bila menyepi
Kerana...
Sabar itu bukan untuk ditontoni
Sabar itu bukan untuk dirai
Kerana...
Sabar itu duduknya di jiwa yang murni
Sabar itu komunikasi di antara Mu'min dan Ilahi...
Kerana...
Sabar itu seakan kalah bila mengalah
Sabar itu seakan rugi bila menyepi
Kerana...
Sabar itu bukan untuk ditontoni
Sabar itu bukan untuk dirai
Kerana...
Sabar itu duduknya di jiwa yang murni
Sabar itu komunikasi di antara Mu'min dan Ilahi...
August 09, 2010
July 05, 2010
I do not know why i still update my blog when i know nobody reads. Hmm...It doesn't matter if anyone reads or not, i guess. I enjoy reading my own posts. haha. It's like rewriting my destiny. I've been busy so I would only make entries when i feel like it...or rather when i NEED to.
When i'm down i usually would confide in someone. And sometimes I could be misunderstood and things can go quite wrong especially with the opposite gender. Now that im attached, i would pour my innest feelings to him. But i've noticed that pouring everything might lead to bigger bad-feeling. I'm misunderstood most of the time. Like seriously, something is really wrong with the way i expressed myself. I've decided to just c-r-y...I would call him up and...."Can you accompany me? Thnk u." Then i start pouring. Ahh...that is also pouring! Literally;) He would ask what's wrong but i rather not say. Me and words? Bad combination. He would let it go and not bug me for an answer after a few rounds of 'what's wrong'.
However, it's starting to not work on me. I do not feel better after that. For now, keeping to myself seems like a better option. It's very frustrating to not know what's wrong with myself, on top of my own partner.
I just feel like stopping here.
Rabbi yassir wa la tuassir...
When i'm down i usually would confide in someone. And sometimes I could be misunderstood and things can go quite wrong especially with the opposite gender. Now that im attached, i would pour my innest feelings to him. But i've noticed that pouring everything might lead to bigger bad-feeling. I'm misunderstood most of the time. Like seriously, something is really wrong with the way i expressed myself. I've decided to just c-r-y...I would call him up and...."Can you accompany me? Thnk u." Then i start pouring. Ahh...that is also pouring! Literally;) He would ask what's wrong but i rather not say. Me and words? Bad combination. He would let it go and not bug me for an answer after a few rounds of 'what's wrong'.
However, it's starting to not work on me. I do not feel better after that. For now, keeping to myself seems like a better option. It's very frustrating to not know what's wrong with myself, on top of my own partner.
I just feel like stopping here.
Rabbi yassir wa la tuassir...
Subscribe to:
Posts (Atom)